Kolaka Utara

Klarifikasi Direktur RSUD Kolut Mengenai Mayat Yang Di Antar Menggunakan Sepeda Motor

RSUD Djafar Harun Kolaka Utara

KABARSULUH.COM – Kisah haru Afandi Kaloju, sang pengendara motor pengantar mayat bayi yang juga kerabatnya, sempat menjadi trending di salah satu grup sosial media di Sulawesi Tenggara (Sultra). Kisah haru Afandi Kaloju ini, mengundang simpati dari anggota grup tersebut. Bagaimana tidak, mayat bayi tersebut diantarkan menggunakan sepeda motor dari Lasusua ke Tolala, Kolaka Utara yang kira-kira berjarak 120 KM, Minggu (23/4).

Dilihat dari komentar yang berkaitan dengan postingan Desi Amino di salah satu grup sosial media yang meng-captured status dari Afandi Kaloju, banyak yang mendoakan almarhum dan tak sedikit pula yang berkomentar mempertanyakan kinerja pemerintah Kolaka Utara.

Tak ingin terus berpolemik, akhirnya Direktur RSUD Djafar Harun Kolaka Utara, dr Syarif Nur ikut berkomentar.

Syarif Nur, Direktur RSUD Djafar Harun Kolaka Utara

Syarif Nur, Direktur RSUD Djafar Harun Kolaka Utara

“Ibu pasien itu pasien saya riwayat kontrol di Poli Kebidanan. Pemeriksaan sebelumnya saya dapatkan ada kelainan berupa cacat bawaan, bayinya yang tidak punya tengkorak kepala. Saya anjurkan segera dilahirkan oleh karena harapan hidup sangat kecil. Ibunya setuju, tapi berembug dulu dengan keluarga”, tulisnya.

Baca juga  Dua Tokoh Baru Bergabung, Peluang Kemenangan Rusda-Sjafei Di Muna Besar

Lanjut dia, “Seminggu kemudian ibunya datang dan setuju untuk ditindaki. Ok anak sudah 7 orang kembali saya tawari operasi ikat kandungan. Umur ibu hampir 45 tahun”.

Setelah dilakukan 2 tindakan khusus tanpa penerapan iuran biaya, akhirnya operasi selesai namun nyawa bayi tidak dapat diselamatkan.

“Alhamdulillah operasi lancar dengan 2 tindakan khusus. Itupun kami tidak terapkan iuran biaya meskipun 2 jenis tindakan khusus. Berselang berapa jam, bayinya meninggal meskipun tetap di berikan support optimal berupa infus cairan dan aliran oksigen serta perawatan dalam inkubator khusus”, tambahnya.

Sesuai dengan protap yang berlaku di RSUD Djafar Harun Kolaka Utara, pihak rumah sakitpun menawarkan kendaraan ambulance kepada pasien. Namun ditolak oleh keluarga pasien dengan alasan mempunyai kendaraan sendiri.

“Makasih dok… tidak usah soalnya kami ada kendaraan sendiri, lagian ini kan bayi kecil sekitar 1,5 kg . Heboh lagi nanti kalau diantar pake ambulance. Bisa-bisa orang kampung panik dikira terjadi sesuatu dengan ibunya yg dioperasi”, sahut keluarga pasien.

Baca juga  Relawan WON Merapat, Rusda - Sjafei Makin Kuat

Syarif Nur juga menambahkan salah satu upaya layanan dari RSUD Djafar Harun Kolaka Utara yang pro dengan rakyat kecil sudah sepantasnya memberikan layanan yang terbaik kepada setiap pasien tanpa pandang bulu.

“Bahwasanya jangan sampai oleh karena kendala biaya dan administrasi pasien tidak dilayani maupun dipulangkan. Sejalan program semua untuk rakyat sesuai amanah bapak Rusda Mahmud selaku Bupati Kolaka Utara”, tambahnya.

Ibu dari almarhum bayi (pasien), Selasa kemaren (25/4) kembali ke RSUD untuk kontrol dan mengucap terimakasih atas pertolongan tim dokter yang telah membantu proses operasi dan persalinannya.

“Alhamdulillah kemarin Selasa (25/4) ibunya datang kontrol. Semua kondisi baik. Ibunya titip pesan ucapan terima kasih kepada suruh personil kamar bersalin, ruang bayi dan kamar operasi”, tutup sang direktur.

Postingan Desi Animo Mengenai Pengendara Motor Pengantar Mayat Bayi

Postingan Desi Animo Mengenai Pengendara Motor Pengantar Mayat Bayi

Komentar dengan Facebook

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


-

Popular

Kantor Kabar Suluh

Gedung Creasi Center, Lt. 3
Jl. Ahmad Yani, No.80, Wua-wua, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Phone: 081328451969

Info Redaksi

Untuk hak jawab pemberitaan, silahkan hubungi kami melalui email ke redaksi@kabarsuluh.com

Info Periklanan

Untuk kerjasama periklanan, silahkan hubungi kami melalui email ke iklan@kabarsuluh.com

Copyright © 2017 KABARSULUH.COM

To Top