PEMILIHAN GUBERNUR SULTRA

Tak Paham Aturan, JSI di Suruh Belajar Lagi

Sukryaman (baju putih) , Bersama Tim Pemenangan Rusda - Sjafei
Sukryaman (baju putih) , Bersama Tim Pemenangan Rusda - Sjafei

KABARSULUH.COM – Paska mempublikasikan hasil survei calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) miliknya, Jaringan Suara Indonesia (JSI) mendapat banyak tanggapan.

Melihat banyak tanggapan mengenai hasil surveinya, JSI melalui Wakil Direktur (Wadir) Popon Lingga Geni, akhirnya angkat suara. Pada salah satu media online lokal Sultra, Popon balik menyoroti KPU Sultra karena tidak mempersoalkan dua lembaga survei yang terlebih dahulu merilis hasil surveinya pada 2017 lalu.

Membaca pernyataan Popon di media online, sontak membuat Sukryaman yang merupakan Master Kampanye (MK) Rusda – Sjafei mempertanyakan pemahaman JSI mengenai PKPU.

“Jika JSI berkomentar seperti yang ada di media online itu, berarti mereka kurang paham soal PKPU”, ucap Sukryaman, Minggu (29/04/2018).

Sukryaman menyebutkan ada beberapa jenis survey yang tertuang pada PKPU yakni, survei prilaku pemilih, survei tentang kelembagaan, survei tentang pasangan dan survei tentang hasil pemilihan. Dari 4 jenis survei tersebut, survei tentang hasil pemelihan wajib dilaporkan ke KPU Provinsi.

Baca juga  Hadapi Tahapan Pemuktahiran Data Dan Daftar Pemilih, Bawaslu Gelar Bintek Bagi Panwas

“Mereka itu mempublikasi survei tentang hasil pemilihan, tapi tidak melaporkan ke KPU Sultra. Padahal jelas aturannya. Bagaimana mau melaporkan kalau mereka tidak terdaftar”, ujarnya.

Lebih lanjut, Sukryaman kembali menanggapi pernyataan JSI yang mempersoalkan KPU Sultra tidak menegur Saiful Mujani Research Center (SMRC) dan Barometer Suara Indonesia (BSI) yang telah merilis hasil surveinya pada akhir tahun 2017 lalu. Menurutnya, JSI tidak benar-benar paham mengenai survei yang dilakukan oleh dua lembaga survei sebelumnya.

“Mengenai dia singgung survei sebelumnya, itu masuk kategori survei tentang pasangan dan tidak perlu lapor ke KPU Provinsi. Jadi intinya mereka tidak benar-benar paham tentang PKPU dan perlu belajar lagi”, tandasnya. (Fathir)

Komentar dengan Facebook

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


-

Popular

Kantor Kabar Suluh

Gedung Creasi Center, Lt. 3
Jl. Ahmad Yani, No.80, Wua-wua, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Phone: 081328451969

Info Redaksi

Untuk hak jawab pemberitaan, silahkan hubungi kami melalui email ke redaksi@kabarsuluh.com

Info Periklanan

Untuk kerjasama periklanan, silahkan hubungi kami melalui email ke iklan@kabarsuluh.com

Copyright © 2017 KABARSULUH.COM

To Top