OPINI

Sains Dan Agama

ilustrasi diskusi sains dan agama

KABARSULUH,COM – Sains dan agama adalah dua konsep yang selalu dibicarakan mengenai hubungannya apakah mereka sejalan atau bertentangan dalam hal masing-masing memiliki wilayah sendiri dengan keduanya tidak saling mempengaruhi. Isu ini dapat dilacak pada wacana antara iman dan akal baik dalam tradisi Kristen maupun kaum Muslim yang melahirkan berjilid-jilid buku dengan beragam pemikiran.

Pesatnya perkembangan sains menjadikan agama seolah-olah tertinggal dibanding sains dikarenakan sebagian doktrin agama belum mampu menjawab apa yang telah dilakukan oleh perkembangan sains. Bidang biologi molekuler misalnya dengan teknologi kloning dan rekayasa genetik menimbulkan perdebatan dikalangan agamawan mengenai sikap yang harus diambil apakah menolaknya ataukah menerimanya berdasarkan doktrin agama yang dianut. Dibidang kesehatan dengan teknologinya semisal donor sperma, kehamilan buatan, euthanasia menimbulkan perdebatan yang belum menemukan kata sepakat. Hubungan sosial baru tercipta dengan teknologi kecerdasan buatan dimana robot dapat melayani seluruh kebutuhan manusia, sedangkan agama menekankan perbuatan baik pada sesama. Disamping itu teori-teori sains ternyata juga menimbulkan guncangan terhadap cara pandang terhadap agama terutama teori meknika-fisika kuantum, relatifitas, yang melahirkan skeptifisme, dimana kebenaran menjadi milik pribadi tanpa perlu menimbang versi oranglain. Bukankah agama mengatakan kebenaran hanya milik Tuhan? Namun dengan sains kebenaran itu kini bukan lagi milik Tuhan. Dengan sains manusia bisa menggapai kebenaran atau mendapatkan segala apa yang diinginkannya.

Namun yang paling nampak adalah dampak sains itu menyebabkan perubahan besar pada kondisi ekosistem lingkungan akibat eksploitasi berlebih meski dengan alasan untuk kepentingan manusia. Menjadikan manusia sebagai pusat perhatian demi memenuhi segaola kebutuhannya ini dilandasi oleh filsafat bahwa manusia adalah bintang rasional dengan Tuhan telah menitipkan alam semesta ini untuk kepentingan manusia. Yuval Noah Harari dalam bukunya Homo Deus menyebut humanisme justru menjadikan manusia sebagai Tuhan-Tuhan baru  menggantikan tuhan lama Dewa-dewa Yunani, Mesir. Dan dengan perkembangan teknologi maka google, microsoft, bank sesungguhnya memiliki peran yang sama dengan dewa-dewa kuno seperti tuhan-tuhannya orang Yunani, Mesir dan di Mesopotamia.

Baca juga  Rektor UHO Siap Perjuangkan Aspirasi Mahasiswa, Batalkan Peleburan Dua Fakultas Di UHO Kendari

Melihat pengaruh sains pada keimanan itu menyebabkan sebagian agamawan menghindari hal-hal yang berhubungan dengan sains yang dimulai dengan menghindarkan diri dari penggunaan akal dalam memahami agama sehingga menolak seluruh pemikiran yang bersumber dari filsafat sumber dari perkembangan sains. Iman berada diluar wilayah akal kata mereka. Sebagian mengambil sikap yang bertolak belakang dengan memuja sains demi melihat kekakuan doktrin agama yang tidak mampu memberi jawaban terhadap perkembangan budaya dan pesatnya pemikiran manusia. Kalangan pertama menurut Karen Armstron melahirkan kaum agamawan yang fundamentalistik dan akhirnya radikal karena anti rasional, yang kedua melahirkan agamawan yang berpemikiran liberal yang mengandalkan pemikiran rasional dengan meninggalkan tradisi yang menurut Hasan Hanafi pemikir Mesir sebagai kebarat-baratan.

Melihat kondisi umat islam ada yang bersifat defensif dan reaktif sehingga menolak dan mengisolasi diri secara keseluruhan yang berbau barat dengan menerapkan secara ketat tradisi agama, sementara lainnya bersifat terbuka dengan meninggalkan tradisi, menggugah pemikir-pemikir muslim seperti Jamaludin Al-afghani yang menyerukan pembaruan (tajdid) pemikiran Islam. Hasan Hanafi menyerukan revolusi tauhid dengan tiga pilar: (1) revitalisasi khazanah Islam klasif; (2) menentang imperialism kultural dan peradaban Barat; (3) analisis atas dunia Islam. Muhammad Iqbal filsuf penyair dari Pakistan menyerukan rekonstruksi atas pemikiran Islam.

Baca juga  Mahasiswa Fakultas Farmasi UHO juara Tenis Meja dan Bulutangkis di Perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-54 Poltekkes Kementrian Kesehatan Kendari

Bagaiman dengan pandangan Islam tentang sains dan agama…?

Dalam Islam, sains dan agama memiliki tujuan yang sama. Dan menurut Mehdi Gholsani ahli fisika, sains dan agama mempunyai dasar metafisika yang sama. Bahkan Charles Townes pemenang Nobel Fisika mengatakan ‘tidak membedakan sains dan agama, dimana penjelajahan alam semesta sebagai bagian dari pengalaman religius’

Merujuk pada QS Yunus 101 pandangan Al Qur’an tentang sains mensyaratkan iman,

‘Perhatikanlah apa yang ada dilangit dan dibumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman’.

Dalam tradisi islam, sains atau ilmu memiliki kedudukan penting sebagai bagian dari ibadah. Carilah ilmu sampai ke negeri Cina, Ilmu harta berharga yang hilang dari seorang mukmin, carilah meski itu terdapat pada orangmusyrik sabda Nabi saw. Sayidina Ali bin Abu Thali kw yang oleh Nabi saw disebut sebagai pintu gerbang ilmu (ana madinatul ilmi, wa ali baabuha) mengatakan ‘Ilmu itu buahnya adalah ibadah’. Ditempat lain Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib mengatakan ‘perenungan terhadap tanda-tanda kebesaran Allah adalah ibadah yang tidak ada bandinganya. Nabi Muhammad saw mengatakan ‘merenung sesaat lebih baik dari ibadah shalat 1000 tahun’. Menurut islam ilmu itu secara intrinsik tidak ada yang buruk, penerapan dan tujuan penggunaan ilmu itu oleh manusialah yang menjadikannya buruk.

Para sarjana muslim menjadikan keyakinan religious menjadi motivasi kegiatan ilmiah. Selain itu dengan pandangan agama menjadikan sains menguatkan keyakinan beragama dimana agama menjadi pengawal sains dalam penerapannya.

Baca juga  UHO Hadirkan Lima Tim Kemenristek Dikti Selesaikan Masalah Data Mahasiswa Tidak Teregister

Agama dan sains saling melengkapi karena ada beberapa pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh sains. Meski oleh beberapa ilmuwan saat ini seperti Edward Wilson ahli sosio-biologi mengatakan sains dapat menjelaskan segala hal tentang ilmu sosial-humaniora, dan moralitas pun dapat dijelaskan dalam kerangka biologi modern. Hal ini juga di amini oleh Francis Crick bahwa karena seluruh sifat biologis dapat dijelaskan sampai pada level atom, meyakini seluruh pengetahuan dapat dijelaskan dalam kerangka ilmu fisiki-kimia. Namun para ahli meyakini bahwa ada hal-hal yang tidak dapat dijelaskan oleh sains karena adalam semesta memiliki kekuatan hidup sebagai unsur primitifnya kata Kurt Godel ahli matematika, otak dan kesadaran adalah dua unsur mandiri kata Wilfierd Pinfield ahli bedah otak, dan  Wigner pemenang Nobel Fisika percaya ada fenomena lain diluar fisika yang tidak bias digambarkan oleh ilmu fisika masa kini.

Pertanyaan yang belum terjawab oleh sains adalah darimana kehidupan bermula..?, untuka apa kita semua berada sini..?, apa makna hidup..? Mehdi Gholshani Ahli fisika menambahkan atas dasar apa kita harus percaya hukum-hukum fisika? Darimana datangnya hukum-hukum fisika? Dan kenapa harus ada alam semesta yang didalamnya berlaku hukum-hukum fisika..???

Alhasil kita tidak selayaknya menolak sains karena sains terbukti membantu kita mengungkap hakikat alam semesta. Namun teori-teori sains itu mesti diletakan pada pandangan dunia Islam karena menurut Mehdi Gholsani penafsiran atas sains tersebut didasarkan pada praanggapan metafisiska dan pandangan religius serta pilihan filosofis para saintis. Dalam islam sains adalah hirarki pengetahuan dimana terdapat hubungan integral dan holistik pada seluruh rangkaian pengetahuan atau sains. Dan sains di temukan karena pandangan Islam tentang alam semesta memiliki tujuan, sayangnya sains modderen mengabaikan teleologi ini sehingga ilmuwan puas dengan kesenanganya sendiri dengan mengabaikan kesalingkaitan antar ilmu akibat reduksionisme yang menjadi ciri sains modern.

Kendari 10 Mei 2019
Jumat, 5 Ramadhan 1440 H

Penulis :
Sunandar Ihsan. S,Farm.,M.Sc.,Apt
Dosen Fakultas Farmasi UHO Kendari

Komentar dengan Facebook

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular

Kantor Kabar Suluh

Gedung Creasi Center, Lt. 3
Jl. Ahmad Yani, No.80, Wua-wua, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Phone: 081328451969

Info Redaksi

Untuk hak jawab pemberitaan, silahkan hubungi kami melalui email ke redaksi@kabarsuluh.com

Info Periklanan

Untuk kerjasama periklanan, silahkan hubungi kami melalui email ke iklan@kabarsuluh.com

Copyright © 2017 KABARSULUH.COM

To Top