OPINI

Tradisi Keilmuan Para Sarjana Muslim

ILUSTRASI PROSES belajar-mengajar para ilmuwan muslim

KABARSULUH.COM – Tidak dipungkiri jika para sarjana muslim mewariskan tradisi keilmuan yang kaya dan menjadi mercusuar peradaban dunia setidaknya pengaruhnya sampai abad 18 dimana Qanon of medicine-nya Ibnu Sina tetap menjadi buku rujukan utama di fakultas kedokteran universitas-universitas Eropa. Lalu darimana semangat dan sumber kemajuan tradisi keilmuan yang melahirkan peradaban besar itu? Wahyu adalah kekuatan penggerak utama peradaban itu.

Meskipun para sarjana muslim itu mengembangkan ilmunya dari pembelajaran dari tradisi peradaban besar sebelumnya terutama dari Yunani, Mesir, Persia, India dan Cina, sumber utama motivasi mereka adalah wahyu. Seyyed Hosein Nasr dalam berbagai tulisannya tentang sains, agama dan spiritualitas mengatakan Islam adalah sebuah agama dan peradaban sekaligus tatanan sosial yang diletakkan diatas prinsip wahyu. Dan dari itu tradisi Islam mencakup segala hal; seni, filsafat, sains, institusi sosial dan politik islam. Oleh sejahrawan Max I. Dimont, tradisi keilmuan kaum muslim dalam peradabannya adalah dilandasi pada penyingkapan kebenaran melaui kedalaman wawasan wahyu.

Dengan membaca al qur’an bukan saja karena bernilai ibadah namun al qur’an memantik orang-orang Islam untuk mengkaji, merenungkan alam semesta, sejarah, untuk mengungkap hakikat Ilahiah, lalu merumuskan hukum, etika sebagai panduan nilai-nilai universal dalam berkehidupan sehari-hari untuk segala urusan mulai dari pribadi dan rumah tangga sampai negara.

Dari al qur’an berkembang ilmu sastra dan seni karena bahasa al qur’an memiliki kefasihan dan balaghah yang tinggi, membacanya pun menjadikan seni suara (qiraah) mendapat tempat dalam masyarakat Islam, dimana Bilal terkenal dengan suara indahnya. Metodologi pembacaan al qur’an, tercipta ilmu nahwu, sharaf, ilmu tajwid, ma’ani, bayan, badi’, lughah dan fiqh-lughah dasar ilmu sastra. Kemudian dari al qur’an pula melahirkan metodologi tafsir yang di tunjang ilmu mantiq, sehingga lahir pula ilmu asbabun nuzul dan asbabul wurud (bagian dari ilmu sejarah termasuk pembagian ayat-ayat makiyah-madaniyah), nasikh-mansukh, tanzil, takwil, penggolongan ayat umum dan khusus, dari ayat hukum muncul ilmu fikih-ushul fikih.

Baca juga  Mentri Susi Pudjiastuti,Menghadiri Seminar Internasional di UHO

Dari sunnah Nabi saw maka ilmu hadist pun berkembang ilmu dirayah, riwayah, rijal hadist dan al-jarh wa al-ta’dil.
Namun Al Qur’an bukanlah kitab sains karena didalamnya tidak akan ditemukan teori sains. Al qur’an sesuai namanya adalah petunjuk yang darinya para sarjana muslim melakukan eksplorasi pada alam semesta untuk menemukan tanda kebesaran Tuhan. Sehingga yang menarik, geliat keilmuan ini oleh para sarjana muslim dianggap sebagai bagian dari ibadah yang tidak kalah dengan ibadah-ibadah ritual seperti shalat, puasa, zakat dan haji.

Menggabungkan tradisi pemikiran timur yang mistik-esoterik dengan tradisi pemikiran barat yang rasional dengan logika deduktif namun ditambah dengan penelitian empiris dengan logika induktif dalam bingkai tauhid, para sarjana muslim menciptakan karakteristik khas dimana nilai-nilai yang tidak sesuai terutama takhayul dewa-dewi Yunani di buang. Para sarjana muslim juga terbiasa membaca, menterjemahkan serta mempelajari berbagi ilmu dari berbagai peradaban dan tidak canggung bekerjasama dengan para ilmuwan non muslim seperti Hunain bin Ishak seorang penterjemah Nasrani atau Maimonides yang Yahudi. Menurut A.I. Sabra yang dikutip Heriyanto dalam bukunya menggali nalar saintifik peradaban Islam 2011, para Sarjana Muslim dalam mempelajari berbagai sumber ilmu tersebut dengan melakukan apropriasi yaitu menyerap tradisi keilmuan dari berbagai produk pemikiran tanpa harus terlarut didalamnya, dan justru menciptakan sendiri pemikiran khas umat islam dalam kerangka tauhid.

Dari khazanah islam klasik para sarjana muslim itu menurut Heriyanto dalam tulisannya konstitusi Ilmiah peradaban Islam 2011, kita diwariskan dengan tujuh (7) tradisi keilmuan yaitu: (1) Ilmu-ilmu al-Qur’an; (2) Ilmu-ilmu hadist; (3) Fiqh (yurisprudensi) dan ushul fiqh; (4) Ilmu kalam (teologi); (5) Filsafat (hikmah); (6) Sains awa’il (sains kuno dari peradaban pra Islam seperti astronomi, alkimia, fisika, kedokteran, geometri) dan (7) Tasawuf (Irfan, Gnosis). Tampak ilmu-ilmu sosial belum nampak karena sains awa’il adalah sains alam dan logika serta matematik. Pengembang Ilmu sosial lahir ditangan para sarjana Muslim terutama Al Biruni dengan kitabnya Tariqh al-Hind atau al-Biruni’s India yang dijadikan referensi utama sampai abad 20 dan Ibnu Khaldun dengan Muqadimahnya yang dikenal sebagai peletak dasar ilmu sosiologi modern.

Baca juga  Matematika di Tangan Para Sarjana Muslim

Salah satu ciri utama khazanah islam klasik adalah pada saling terintegrasinya bidang keilmuan mereka. Meski terbagi tujuh sejatinya dari ilmu al qur’an itu terpancar ragam keilmuan dan pembahasan yang mencakup segala hal seperti matahari yang memancarkan sinarnya. Dalam istilah Heriyanto seluruh ilmu itu dibaca dalam satu helaan napas wahyu. Lalu bagaimana etos keilmuan para sarjana Islam klasik tersebut? Semangat Al Qur’an menjadikan para ilmuwan Muslim sebagai pecinta kebenaran dengan semangat tinggi. Ibnu Sina (980-1037) terkenal mencari ilmu dari Bukhara-Transoxiana, Persia ke Bagdad, Mesir, Palestina, Suriah dengan ratusan guru dan sebelum 20 tahun konon Ibnu Sina kebingungan karena kehabisan guru. Berpergian jauh sampai ke Mesir, India, Yunani dan Romawi adalah lumrah waktu itu. Dari hasil pencarian itu mereka membaca, menterjemahkan dan menulis ulang setelah melakukan interpretasi dan koreksi lalu kemudian menyusun klasifikasi ilmu-ilmu. Klasifikasi ilmu adalah salah satu keunggulan metode ilmiah para sarjana Muslim yang integral-holistik dalam membentuk keseimbangan, harmonisasi dan proporsionalitas ilmu-ilmu.

Baca juga  Sharing Informasi Kepada Mahasiswa, SKK Migas Bersama UHO Kendari Adakan Kuliah Umum

Salah satu etos sarjana muslim adalah kejujuran dan orisinalitas terutama saat mengutip karya orang lain. Menurut Franz Rosenthal kode etik penulisan dimulai abad 9 saat Hunain bin Ishaq menerjemahkan karya Galen tentang ilmu medis. Berbeda era pra islam, menurut J.L. Ackrill dalam bukunya A new Aristotle Reader 1987, Aristoteles dalam karyanya tidak menyebut kutipan dari Permenides, Heraclitus misalnya. Selain kejujuran, penghormatan kepada ilmu atau buku sangat tinggi pada para sarjana muslim yang terlihat dari hiasan kaligrafi terutama kalimat Bismillah dan Alhamdulillah di awal dan akhir buku. Keterbukaan para sarjana muslim terhadap karya asing serta daya kritis terhadap para sarjana lain tumbuh subur di antara ilmuwan muslim misal antara al-Biruni dan Ibnu Sina. Tidak heran edisi revisi suatu buku diulang sampai 20 kali seperti pada terjemahan Hunain bin Ishaq. Selain itu otoritas keilmuan tidak selamanya di agungkan jika tumbuh otoritas baru yang lebih benar dan dipercaya.

Alhasil tradisi pemikiran para sarjana muslim memiliki ketinggian nilai karena menurut Heriyanto 2011, tradisi pemikiran para Sarjana Muslim melintasi ruang dan waktu serta batas-batas egara bangsa. Dalam tradisi sarjana muslim Ilmu atau hikmah adalah harta berharga dari kaum mukmin sehingga ilmu dapat diambil dari siapapun itu bahkan orang musyrik sekalipun seperti sabda Nabi saw. Selain itu ilmu adalah cahaya dan untuk seluruh umat manusia di bumi karena seluruh ilmu bersumber dari Yang Maha berilmu. Manusia hanyalah mengungkap apa yang sudah ada dengan bantuan dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kendari, 13 Mei 2019
Senin, 8 Ramadhan 1440 H

Penulis :

Sunandar Ihsan.S.Farm.,M.Sc.,Apt
Dosen Fakultas Farmasi UHO Kendari

Komentar dengan Facebook

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


-

Popular

Kantor Kabar Suluh

Gedung Creasi Center, Lt. 3
Jl. Ahmad Yani, No.80, Wua-wua, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Phone: 081328451969

Info Redaksi

Untuk hak jawab pemberitaan, silahkan hubungi kami melalui email ke redaksi@kabarsuluh.com

Info Periklanan

Untuk kerjasama periklanan, silahkan hubungi kami melalui email ke iklan@kabarsuluh.com

Copyright © 2017 KABARSULUH.COM

To Top